Contoh Invoice yang Baik dan Mudah

Dalam pelaksanaan usaha yang anda kelola, tentu invoice mempunyai peranan penting untuk memperlancar transaksi. Format invoice dalam usaha tentu berbeda-beda tergantung pada bidang usaha dan kebutuhan masing-masing. Dikarenakan hal tersebut, dalam artikel kali ini kami akan membahas beberapa jenis invoice yang bisa menjadi contoh untuk anda yang sedang bingung menentukan format invoice yang tepat dan pastinya lebih simpel. Seiring perkembangan teknologi turut mengubah cara pembuatan invoice menjadi bentuk softfile yang lebih praktis.

Saat ini invoice biasanya dibuat dalam bentuk doc atau docx dari pengerjaan dengan microsoft word. Selain itu banyak juga yang menggunakan microsoft excel dengan hasil data xls. Beberapa jenis invoice ada yang menggunakan bahasa indonesia maupun bahasa inggris sesuai dengan clien yang dituju. Untuk membuat contoh invoice anda perlu mengetahui point-point penting dari isi invoice agar jelas dipahami oleh clien.

Perlu anda ketahui fungsi dari invoice itu sendiri adalah sebagai surat tagihan yang diperuntukkan kepada pelanggan ketika melakukan transaksi terkait bisnis yang disepakati. Isi daripada invoice adalah berupa point-point berikut:

Contoh Invoice yang Baik dan Mudah

Contoh Invoice yang Baik dan Mudah

Point point yang harus ada pada saat buat invoice

  1. Tujuan penagihan

    Tujuan penagihan ini biasanya berupa nama pelanggan lengkap dengan alamatnya

  2. Identitas pemberi tagihan

    Cantumkan alamat perusahaan anda di point ini yaitu meliputi nama perusahaan, alamat perusahaan, dan jangan lupa mencantumkan kontak aktif dari perusahaan.

  3. Nomor invoice

    Nomor invoice atau sering disebut nomor surat pemesanan adalah salah satu point penting yang harus ada di dalam invoice. Biasanya diletakkan di sebelah kanan atas pada penulisan invoice. Nomor yang perlu dicantumkan adalah nomor invoice sudah pasti harus ada, nomor PO, dan nomor quotation. Pencantuman ketiganya ataupun hanya nomor invoice saja tergantung pada keperluan dari invoice tersebut.

  4. Tanggal invoice

    Mesti keliahatannya sepele, namun tanggal jugapunya peran yang cukup penting dalam komponen invoice. Dengan mencantumkan tanggal pada invoice akan mempermudah anda mengetahui kapan invoice tersebut dibuat jika timbul masalah di kemudian hari.

  5. Tabel daftar item

    Point kelima dari contoh invoice yang kami jabarkan ini adalah tabel daftar item. Kebanyak invoice menggunakan tabel untuk list item yang ingin ditagihkan. Hal tersebut karena dengan menggunakan tabel akan terlihat lebih rapi dan jelas. Namun, jika anda tidak ingin menggunakan tabel maka juga tidak masalah. Dalam daftar list barang yang ditagihkan dibuat tabel 6 kolom yaitu no, deskripsi, jumlah, satuan, harga barang, dan total harga. Buatlah beberapa baris dari kolom-kolom tersebut.

    Jika barang-barang yang dibeli terkena PPN buatlah kolom untuk pajak tersebut dan total akhir yang harus dibayarkan.

  6. Tujuan pembayaran

    Tujuan pembayaran invoice bisa anda isi dengan nomor rekening yang anda kehendaki untuk menerima transfer uang pembayaran tersebut.

  7. Tanda tangan

    Seperti halnya surat resmi dari perusahaan untuk meyakinkan pelanggan jika invoice tersebut benar-benar dari perusahaan milik anda. Maka di akhir sebuah invoice berilah tanda tangan dan nama terang penanggung jawab dari perusahaan yaitu orang yang mempunyai wewenang untuk penagihan tersebut.

Itulah point-point dari salah satu contoh invoice yang mudah untuk dibuat. Pada setiap bidang usaha akan memiliki invoice yang berbeda sehingga mungkin ada beberapa point tambahan lain yang berbeda. Pada intinya invoice merupakan rincian biaya yang harus dibayarkan penerima tagihan kepada perusahaan penagih. Pastikan rincian tersebut dibuat dengan benar dan tepat.