Memperkenalkan Peninggalan Sejarah Kerajaan Galuh di Ciamis

Memperkenalkan Peninggalan Sejarah Kerajaan Galuh di Ciamis

Berita Ciamis -Upaya memperkenalkan sejarah kegaluhan terus dilaksanakan oleh keluarga keturunan raja-raja (pemimpin) sunda galuh yang tergabung dalam Galuh Sadulur. Makanya tiap setahun sekali, Galuh Sadulur acap kali mengagendakan aktivitas Kirab Pusaka Galuh
H. Hanif Radinal Muhtar, salah seorang keturunan raja sunda galuh generasi ke 6 Adipati Arya Koesemadiningrat, mengungkapkan, aktivitas Kirab Pusaka Galuh yang acap kali dilakukan tiap tahun ditujukan buat memperkenalkan peninggalan sejarah galuh kepada masyarakat.
Selain itu, kata Hanif, juga sebagai upaya buat menjaga, memelihara serta melestarikan benda-benda pusaka peninggalan sejarah kegaluhan. Perihal itu dilaksanakan semata-mata buat memelihara keadaan benda pusaka berumur ratusan tahun biar tak rusak dimakan waktu.
Menurut Hanif, dalam rangkaian aktivitas Kirab Pusaka Galuh, pihaknya juga menggelar tawasul serta jamasan benda pusaka. Jamasan sendiri merupakan ritual pembersihan benda-benda pusaka berharga sejarah.
“Benda-benda pusaka ini diruwat (dibersihkan) supaya tak rusak serta lenyap. Dengan begitu, anak cucu kita masih dapat mengenali sejarah galuh melewati keberadaan benda-benda pusaka ini,” katanya.
Hanif menjelaskan, benda-benda pusaka yang diruwat serta diangkut dalam aktivitas Jamasan berasal dari keluarga keturunan raja-raja galuh yang masih dijaga serta dirawat. rujukan oleh Hanif, rangkaian aktivitas Kirab Pusaka Galuh, Jamasan serta tawasul juga dilakukan dalam rangka mempererat jalinan silaturahmi antara sesama keturunan raja sunda Galuh.
Pada kesempatan itu, Bupati Ciamis, Iing Syam Arifin, menuturkan, rangkaian prosesi Kirab serta Jamasan Pusaka Galuh merupakan area dari upaya melestarikan peninggalan sejarah Kerajaan Galuh.
Diakui Iing, Kabupaten Ciamis memiliki banyak benda-benda peninggalan yang mempunyai nilai sejarah. buat itu, kata Iing, keberadaan benda-benda pusaka tersebut butuh dijaga, dipelihara serta dilestarikan.
“Ini merupakan aset yang sesegera mungkin dijaga. Ini juga dapat dimantapkan menjadi potensi wisata,” katanya.

Prosesi Kirab & Jamasan Pusaka Galuh

Kirab Pusaka yang diikuti keluarga keturunan serta para kabuyutan diawali dengan mengeluarkan benda pusaka peninggalan dari Museum Galuh Pakuan. Benda pusaka setelah itu diarak dari lokasi menuju Situs Jambansari, tepatnya Makam Bupati Galuh Adipati Arya Koesemahdiningrat, Minggu (10/12/2017) lalu.
Benda-benda pusaka tersebut diangkut ke daerah makam Adipati Arya Koesemahdiningrat setelah itu disertakan dalam aktivitas tawasulan. Benda-benda pusaka itu diangkut lagi keluar daerah setelah itu dilanjutkan dengan ritual jamasan.
Dalam ritual jamasan, benda-benda pusaka selanjutnya dibasuh atau dijernihkan memakaikan air yang sengaja didatangkan dari tujuh mata air. sehabisdikeringkan, benda-benda pusaka tersebut dikasi minyak wangi serta dimasukan ke dalam serangka
Usai ritual, benda-benda itu setelah itu diarak kembali ke kawasan Museum Galuh Pakuan buat disimpan di tempat yang telah disiapkan secara khusus