Yuk Simak Informasi Terkait Tarif PPh 21 dan Perhitungan PTKP 2016

Setiap masyarakat Indonesia yang mempunyai penghasilan pribadi dan kriterianya sesuai dengan Undang-undang No.30 tahun 2008, maka diharuskan atau diwajibkan untuk membayar pajak atas pendapatan bruto yang diperolehnya.

Pada tahun 2016, pemerintah merubah kebijakan yang perlu untuk disambut baik bagi pada wajib pajak yaitu adanya peningkatan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) untuk wajib pajak yang memiliki status TK (Tidak Kawin). Semula hanya Rp36.000.000 dan tahun 2016 menjadi Rp54.000.000 per tahun atau bisa dikatakan naik 50%.

Yuk Simak Informasi Terkait Tarif PPh 21 dan Perhitungan PTKP 2016

Yuk Simak Informasi Terkait Tarif PPh 21 dan Perhitungan PTKP 2016

Pajak penghasilan pertama kali diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983, namun seiring degan berjalannya waktu mengalami beberapa kali perubahan dan amandemen sebagai berikut:

  1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1991
  2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1994
  3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000
  4. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

Lalu, berapakah tarif PPh 21?

Dengan adanya aplikasi pph 21, anda sudah tidak perlu lagi menghitungnya secara manual. Disini, berdasarkan pasal 17 ayat 1 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2008, Tarif pajak untuk penghasilan pribadi dihitung menggunakan tarif progresif, seperti di bawah ini:

  1. Untuk penghasilan netto kena pajak yang mencapai Rp50.000.000 dikenai tarif pajak sebesar 5%.
  2. Untuk penghasilan netto kena pajak yang mencapai Rp50.000.000 – Rp250.000.000 dikenai tarif pajak sebesar 15%.
  3. Untuk penghasilan netto kena pajak yang mencapai Rp250.000.000 – Rp500.000.000 dikenai tarif pajak sebesar 25%.
  4. Untuk penghasilan netto kena pajak yang di atas Rp500.000.000 dikenai tarif pajak sebesar 30%.
    Kenaikan PTKP yang terjad pada tahun 2016 disambut baik oleh berbagai kalangan masyarkat Indonesia terutama untuk kaum buruh atau karyawan yang sampai saat ini masih menerima pendapatan kurang lebih senilai dengan UMR (Upah Minimum Regional).

Dengan adanya kenaikan ini, maka dapat dipastikan bahwa pendapatan negara yang berasal dari Wajib Pajak pendapatan pribadi akan mengalami penurunan. Namun, itu bukanlah masalah besar bagi negara, justru negara berharap dengan adanya kenaikan ini masyarakat Indonesia menjadi lebih sejahtera, terutama untuk kalangan yang tidak mampu serta meningkatkan kesadaran bagi peserta Wajib Pajak untuk melaporkan SPT PPh yang selaras dengan pendapatan yang diperoleh.

Berikut ini akan disajikan perhitungan untuk perubahan PTKP yang terbaru pada tahun 2016

  1. Wajib Pajak Tidak Kawin (TK)
    Wajib Pajak yang tidak kawin dan tidak memiliki tanggungan akan mendapatkan PTKP senilai Rp54.000.000 per tahun.

    Wajib Pajak yang tidak kawin dan memiliki satu tanggungan akan mendapatkan PTKP senilai Rp58.500.000 per tahun.

    Wajib pajak yang tidak kawin dan memiliki 2 tanggungan akan mendapatkan PTKP senilai Rp63.000.000 per tahun.

    Wajib Pajak yang tidak kawin dan memiliki 3 tanggungan akan mendapatkan PTKP senilai Rp67.500.000 per tahun.

  2. Wajib Pajak Kawin
    Wajib Pajak yang sudah kawin tetapi belum memiliki tanggungan akan mendapatkan PTKP senilai Rp58.500.000 per tahun.

    Wajib Pajak yang sudah kawin dan memiliki satu tanggungan akan mendapatkan PTKP senilai Rp63.000.000 per tahun.

    Wajib Pajak yang sudah kawin dan memiliki dua tanggungan akan mendapatkan PTKP senilai Rp67.500.000 per tahun.

    Wajib Pajak yang sudah kawin dan memiliki tiga tanggungan akan mendapatkan PTKP senilai Rp72.000.000 per tahun.

  3. Wajib Pajak yang sudah kawin serta penghasilan antara istri dan suami digabung
    Status K/I/0 mendapatkan PTKP senilai Rp112.500.000 per tahun.
    Status K/I/1 mendapatkan PTKP senilai Rp117.000.000 per tahun.
    Status K/I/2 mendapatkan PTKP senilai Rp121.500.000 per tahun.
    Status K/I/3 mendapatkan PTKP senilai Rp126.000.000 per tahun.

Catatan :
Untuk tanggungan dan anak maksimal bagi 3 orang saja
K/I artinya kawin dan penghasilan pasangan dijumlah menjadi satu.
Memang agak ribet jika berbicara mengenai PPh 21. Namun, sebagai Wajib Pajak yang sudah memenuhi kriteria untuk membayar PPh 21 haruslah mengerti infromasi yang telah disajikan tersebut.