Bermain Wak Wak Gung Memang Menyenangkan untuk Dimainkan!

Bermain Wak Wak Gung Memang Menyenangkan untuk Dimainkan! Ketika hendak menonton sendratari Betawi ‘ARIAH’ di Monas beberapa waktu lalu, saya melalui wall of fame (dinding promosi) dan melihat tulisan Wak Wak Gung! Tiba-tiba saya ingin berfoto di sana, tulisan di dinding itu mengingatkan saya pada permainan tradisional yang sering saya dan teman-teman mainkan semasa kecil. Banyak jenis permainan tradisional di masyarakat yang mempunyai kemiripan antara daerah satu dengan daerah lainnya. Pada dasarnya waktu kecil saya suka bermain, dan permainan yang saya gemari adalah permainan yang melibatkan banyak teman serta diiringi lagu atau nyanyian.

Ternyata ditengah pertunjukkan sendratari kolosal itu, Bermain Wak Wak Gung Memang Menyenangkan ini dimainkan sekilas yang menggambarkan keceriaan masa kanak-kanak Ariah di Batavia  tahun 1860-an. Walau lirik lagu dan gerakannya tidak benar-benar pas dengan permainan versi yang sering dimainkan anak-anak, karena disesuaikan dengan bentuk seni pertunjukan panggung sendratari, tetapi secara garis besar telah mencerminkan permainan anak Betawi tempo dulu.

Para penari berderet memanjang ke belakang memegang pinggang teman di depannya sambil menyanyikan lagu, “Wak Wak Gung!” Penampilan mereka di panggung malam itu sukses membangkitkan kembali memori saya di masa lalu. Kedua orang tua saya adalah warga pendatang, karena lahir dan besar di Jakarta, saya lumayan akrab dengan lingkungan dan permainan khas Betawi. Mungkin menurut Anda permainan ini tidak cocok untuk Anda mainkan, dan ingin mencoba permainan lain. Coba mainkan bisabet yang dijamin permainan ini sangat seru untuk dimainkan.

Permainan wak wak gung (ada juga yang menyebutnya wak wak kung) mirip dengan permainan ular naga (panjangnya), melibatkan banyak orang dan diiringi nyayian, bedanya dalam permainan ini ada dua orang yang nantinya berperan sebagai induk ayam dan burung elang. Dua orang ini dipilih yang bertubuh besar, kuat, dan gesit sebagai penjaga. Mereka berdua membentuk terowongan dengan saling mengangkat tangan dan berpegangan di atas. Sementara anak-anak lain berbaris berderet ke belakang sambil memegang punggung atau pinggang teman di depannya. Semua peserta permainan menyanyikan lagu wak wak gung sambil berjalan berkeliling dan menerobos terowongan kemudian berputar-putar kembali.

Bermain Wak Wak Gung Memang Menyenangkan ini tidak seperti permainan Sim Sim Terimakasim di mana pemain harus hafal benar lirik lagunya (kadang permainan bisa batal karena perbedaan versi lirik lagu…hahaha dasar anak-anak), permainan wak wak gung bisa tetap seru walaupun pemain tidak hafal secara lengkap lirik lagu. Dulu saya hanya hafal pada bagian awalnya “Wak Wak Gung! Nasinye nasi jagung” dan itu diulang-ulang saja sampai permainan berakhir.