Suhu Meningkat: Percaya 8 Tip untuk Menghindari Keracunan Makanan

Suhu mulai naik; sekarang saatnya untuk mempersiapkan diri untuk bahaya kesehatan yang tidak diinginkan karena kenaikan suhu; berkat pertumbuhan bakteri yang berlebihan di udara. Salah satu kondisi kesehatan yang paling umum yang dimiliki tubuh manusia adalah keracunan makanan. Jika Anda menderita keracunan makanan, Anda pasti tahu betapa mengerikannya penyakit ini. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, kita cenderung mendapatkan keracunan makanan di musim panas, karena suhu yang meningkat memungkinkan bakteri berkembang biak lebih cepat. Ini mungkin menjadi masalah umum, tapi bisa dicegah dengan berbagai cara. Sementara dalam kasus ringan, Anda bisa 2018 calendars lolos dengan pengobatan alami atau pengobatan; Beberapa kasus bisa parah dan mungkin perlu pasien untuk dirawat di rumah sakit. Apa itu Keracunan Makanan?

Keracunan makanan adalah salah satu penyakit bawaan makanan, yang merupakan hasil dari makanan yang terkontaminasi, manja atau beracun. Kontaminasi makanan paling sering terjadi pada musim panas mengingat meningkatnya pertumbuhan bakteri yang bisa mendatangkan malapetaka pada kesehatan Anda. Beberapa gejala keracunan makanan bisa termasuk mual, muntah, air atau diare berdarah, sakit perut dan kram dan demam. Jika gejala ini personalised calendars berkepanjangan, segera kunjungi dokter.

keracunan makanan
Keracunan makanan adalah salah satu penyakit bawaan makanan Untuk menghindari keracunan makanan, ada beberapa tip yang akan berguna bagi Anda.
Selalu tidak berarti bahwa penyakit yang ditularkan melalui makanan akan dipicu oleh makanan yang terkontaminasi; Hal ini juga dapat dipicu oleh media yang melaluinya Anda menelan makanan, yang merupakan peralatan Anda. Tidak masalah seberapa bersih dapur Anda, ada kemungkinan bakteri menghasilkan makanan di peralatan makan Anda. Selalu lebih suka membilasnya sebelum digunakan untuk menyelamatkan diri dari sakit.
Suhu panas dapat dengan mudah mencemari makanan Anda dan membuatnya cukup beracun sehingga menyebabkan keracunan makanan. Salah satu pembawa bakteri terbesar termasuk sisa makanan, bahkan jika disimpan di kulkas. Selalu masak dan makan segar dan pastikan jumlahnya tidak terlalu banyak sehingga Anda tidak perlu menyimpan sisa makanan. Jika Anda memiliki beberapa, pastikan Anda memanaskannya dengan baik.
Makanan yang dimasak aman hanya setelah dipanaskan sampai suhu internal yang cukup tinggi yang membunuh bakteri. Masak makanan secara menyeluruh, terutama makanan non vegetarian seperti ayam, telur dan daging merah. Kita memiliki kecenderungan untuk mengandalkan penglihatan, penciuman atau rasa untuk mengetahui apakah makanan itu sudah selesai atau tidak, tapi cara yang benar adalah menggunakan termometer makanan.
Jangan simpan makanan yang baru dimasak selama lebih dari dua jam di luar. Entah mengkonsumsinya atau menyimpannya dengan baik di bawah suhu yang tepat.
Jangan pernah mencairkan daging di meja dapur, karena hanya akan meningkatkan risiko pertumbuhan patogen pangan yang berbahaya dengan cepat. Selalu lebih suka mencairkannya di kulkas terlebih dahulu dan kemudian menggunakannya untuk memasak.
Kecambah bisa menjadi penyebab utama keracunan makanan, karena metode tumbuh membutuhkan suhu yang lebih hangat yang ideal untuk pertumbuhan bakteri. Lebih suka menghindari kecambah mentah dan malah menumisnya dan nikmatilah.
Sering-sering ganti spons dan sajadah hidangan; Ini mungkin merupakan pembawa bakteri terbesar di perut Anda. Menurut sebuah studi oleh Global Hygiene Council yang berbasis di Inggris, 60 persen serban di seluruh dunia memiliki bakteri mematikan seperti E.coli.
Lebih suka menghindari salad atau buah mentah, terutama dari luar karena lebih rentan terhadap pertumbuhan bakteri. Selalu makan semangkuk buah dan sayuran segar setelah mencuci mereka dengan saksama.
Terlepas dari tip dasar ini, menjaga kebersihan merupakan faktor terpenting untuk menyelamatkan diri dari sakit. Cuci tangan Anda sesering mungkin dan pastikan musim panas yang sehat dan bahagia!

Food on heart plate with stethoscope cardiology concept